Jumat, 22 Juni 2012

Bahan Ajar



RENCANA PEMBELAJARAN

IDENTITAS SEKOLAH,  SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU

NAMA SEKOLAH
MAN 1 SUNGAI PENUH
MATA PELAJARAN
Bahasa dan Sastra Indonesia
KELAS /SEMESTER
XII (dua belas) / 1 (satu)
PROGRAM
PAI, PIA dan PIS
ASPEK PEMBELAJARAN
Membaca
STANDAR KOMPETENSI
Memahami majas dan teks pidato
KOMPETENSI DASAR
Menemukan permasalahan dalam majas melalui kegiatan membaca intensif
INDIKATOR
·         Menemukan ide pokok  tiap paragraf
·         Menemukan kalimat pendukung ide pokok
·         Menemukan masalah dalam majas
·         Membahas ide pokok dan rangkuman isi majas yang telah dibuat
ALOKASI WAKTU
 2 x  45 menit ( 1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN

TUJUAN
Siswa mampu menemukan ide pokok dan permasalahan dalam majas melalui kegiatan membaca intensif
MATERI POKOK PEMBELAJARAN
Artikel ilmiah dalam media cetak atau elektronik (internet)
Ide pokok
Masalah dalam majas
Rangkuman majas

METODE PEMBELAJARAN

V
Presentasi
V
V
Diskusi Kelompok
V
V
Inquari
-
V
Tanya Jawab
V
V
Penugasan
-

Demontrasi /Pemeragaan Model
-

KEGIATAN PEMBELAJARAN

TAHAP
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PEMBUKA
(Apersepsi
1. Guru membacakan cuplikan berita aktual surat khabar atau   memutarkan videoklip/film dokumenter tentang bentuk praktik kejahatan kemanusiaan.
2. Siswa diajak menemukan bentuk-bentuk kejahatan kemanusiaan/pelanggaran HAM yang ada di sekelilingnya. 
3.Guru mewacanakan  HAM  sebagai  salah satu isu penting  yang perlu mendapat perhatian kita semua.


INTI
Pertemuan ke-1 
 - Siswa membaca secara intensif majas surat khabar bertema           kemanusiaan.
- Siswa menjawab sejumlah pertanyaan pemahaman isi artikel.
-   Siswa mengidentifikasi kalimat topik, ide pokok, dan  gagasan        pendukung tiap paragraf majas yang telah dibacanya.
- Siswa mengidentifikasi permasalahan-permasalahan penting yang tersirat dalam artikel dan merumuskannya menjadi bahan diskusi
- Siswa mengidentifikasi permasalahan-permasalahan penting yang tersirat dalam majas
- Guru mengajak siswa merumuskan kriteria rumusan topik diskusi yang baik.
- Siswa bergabung dalam kelompok dan merumuskan  permasalahan-permasalahan yang telah diidentifikasikannya  menjadi  topik  diskusi.
Guru menjelaskan cara merangkum dan rambu-rambu penting yang perlu diperhatikan.
- Siswa mengerjakan tugas Geladi Diri, membuat rangkuman artikel yang telah dibacanya.
PENUTUP
(Internalisasi dan  refleksi)

   Pertemuan ke-2
Siswa menjawab soal-soal Uji Teori untuk mereview konsep- konsep penting yang telah dipelajari
Siswa diajak merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (life skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran yang telah diikutinya.          
 SUMBER BELAJAR

V
Pustaka rujukan
- Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA kelas XII karangan Alex Suryanto dan Agus Haryanta terbitan ESIS 2007 halaman 1- 8
- Komposisi karangan Gorys Keraf terbitan Nusa Indah  halaman  62-100
V
Material: VCD, kaset, poster
videoklip atau film dokumenter tentang praktik kejahatan kemanusiaan/pelanggaran HAM
V
Media cetak dan elektronik
Artikel gambar koran atau majalah yang bertopik kejahatan kemanusiaan/ pelanggaran HAM

Website Internet


Narasumber


Model peraga


Lingkungan
Lingkungan masyarakat sekitar siswa


PENILAIAN





TEKNIK DAN BENTUK

Tes  Lisan
V
Tes Tertulis 

Observasi Kinerja/Demonstrasi
V
Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, proyek, portofolio
V
Pengukuran Sikap

Penilaian diri

INSTRUMEN /SOAL



-  Daftar pertanyaan pemahaman isi majas
-  Geladi Diri  untuk mengidentifikasi ide pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf
-  Geladi Kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam artikel dan merumuskannya menjadi topik diskusi
-  Daftar pertanyaan Uji Teori untuk mengukur pemahaman siswa atas konsep-konsep yang telah dipelajari
RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI
 -


MAJAS DALAM BAHASA INDONESIA


Jenis-Jenis Majas:
Majas adalah Gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.
1.      Majas Metafora: Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh: Raja siang, kambing hitam
2.      Majas Alegori: Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
3.      Majas Personifikasi: Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat - sifat manusia kepada benda sehingga benda mati seolah-olah hidup. Contoh: Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk - batuk
4.      Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ): Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh: Bagaikan harimau pulang kelaparan seperti menyulam di kain yang lapuk
5.      Majas Antilesis: Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba
6.      Majas Hiperbola: Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan. Contoh: Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan
7.      Majas Ironi: Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai - sampai tidak bisa dibaca
8.      Majas Litotes: Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh: Mampirlah ke gubuk saya (Padahal rumahnya besar dan mewah)
9.      Majas Sinisme: Majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10.  Majas Oksimoron: Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh: Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
11.  Majas Metonimia: Majas yang memakai merek suatu barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12.  Majas Alusio: Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13.  Majas Eufemisme: Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14.  Majas Elipsis: Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15.  Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia
16.  Majas Pleonasme: Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17.  Majas Antiklimaks: Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa
18.  Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek
19.  Majas Retoris: Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20.  Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21.  Majas Antanaklasis: Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
22.  Majas Repetisi: Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23.  Majas Paralelisme: Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh: Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu
24.  Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya
25.  Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda- benda lain. Contoh: Dia menjadi lintah darat
26.  Majas Antonomasia: Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya. Contoh: Si pincang, Si jangkung, Si kribo
27.  Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
28.  Majas Sinedoke: Majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya atau sebaliknya. Majas Sinedoke dibagi menjadi 2 yaitu:
-                         Pars pro toto: Majas yang menyebutkan sebagian, tetapi untuk benda itu secara keseluruhan. 
                                      contoh, Ayah membeli dua ekor kambin
             Totem pro parte: Majas yang menyebutkan keseluruhan, tertapi hanya untuk sebagian saja. 
                                       contoh, Kaum wanita memperingati Hari Kartini 
    
Majas dan Pengertiannya
Ø  Pengertian & Contoh Majas
     Dalam posting yang kesekian kali ini saya hendak mengahiri seri definisi, pengertian & contoh majas majas dalam 1 postingan saja dikarenakan waktu yang tidak memadai ( Sibuk nie..... ) selamat membaca definisi, pengertian & contoh majas majas ini.
Ø  Pengertian & Contoh Majas Elipsis
     Majas ini berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca atau pendengar, sehingga struktur gramatikal atau kalimatnya memenuhi pola yang berlaku. Contoh Majas Elipsis, Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa, badanmu sehat; tetapi psikis ...
 Ø  Pengertian & Contoh Majas Metonimia
     Majas ini mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain, karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. Contoh Majas Metonimia :
Pena lebih berbahaya dari pedang
Ø  Pengertian & Contoh Majas Persamaan atau simile
     Majas ini mengandung perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit adalah langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain. Untuk itu, ia memerlukan upaya yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan itu, yaitu kata-kata: seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan sebagainya. 
      contoh majas persamaan atau simile :
       a. Kikirnya seperti kepiting batu.
       b. Mukanya merah laksana kepiting rebus.
Ø  Pengertian & Contoh Majas Metafora
      Majas ini semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat: bunga bangsa, buaya darat, buah hati, cindera mata, dan sebagainya. Makna sebuah metafora dibatasi oleh sebuah konteks. Contoh Majas Metafora, Perahu itu menggergaji ombak.
Ø  Pengertian & Contoh Majas Personifikasi
     Majas kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolaholah memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Personifikasi (penginsanan) merupakan suatu corak khusus dari metafora, yang mengiaskan benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti manusia.
       contoh Majas Personifikasi :
·         Angin yang meraung di tengah malam yang gelap itu menambah lagi ketakutan kami
·         Kata-katanya tajam seperti mata pisau.
Ø  Pengertian & Contoh Majas Ironi atau sindiran
      Majas ini ingin mengatakan sesuatu dengan makna atau maksud berlainan dari apa yang terkandung dalam rangkaian kata-katanya.
Contoh Majas Ironi atau sindiran:
o    Saya tahu Anda adalah seorang gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat!
o    Kamu datang sangat tepat waktu, sudah 5 mobil tujuan kita melintas

Ø  Pengertian & Contoh Majas Sinisme
      Sinisme adalah sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. contoh Majas Sinisme: Tidak diragukan lagi bahwa Andalah orangnya, sehingga semua kebijaksanaan terdahulu harus dibatalkan seluruhnya!

Ø  Pengertian & Contoh Majas Sarkasme
      Majas ini lebih kasar dari ironi dan sinisme. Majas sarkasmemengandung kepahitan dan celaan yang getir. Contoh Majas Sarkasme:
o    Mulut harimau kau!
o    Lihat sang Raksasa itu! (maksudnya si Cebol)

Ø  Pengertian & Contoh Majas Sinekdoke
     Semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto) atau mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem pro parte). contoh Majas Sinekdoke :
·           Setiap kepala dikenakan sumbangan sebesar Rp 1.000,00
·           Pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia berakhir dengan kemenangan Indonesia

Ø  Pengertian & Contoh Majas Hiperbola
     Majas yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan, dengan membesar-besarkan sesuatu hal. contoh Majas Hiperbola: Kemarahanku sudah menjadi-jadi hingga hampir meledak kepalaku

Ø  Pengertian & Contoh Majas Eufimisme
      Majas yang menyatakan sesuatu dengan ungkapan yang lebih halus. contoh Majas Eufimisme :
o    Untuk menjaga kesetabilan ekonomi, pemerintah menetapkan kebijakan penyesuaian harga BBM. (kenaikan harga).
o    Untuk mengatasi masalah keuangan, perusahaan itu merumahkan sebagian karyawannya. (mem-PHK

Ø  Pengertian & Contoh Majas Litotes
     Majas yang menyatakan sesuatu lebih rendah dengan keadaan sebenarnya. contoh Majas Litotes: Apalah artinya saya ini, sedikit yang bisa saya sumbangkan bagi generasi bangsaku.

Ø  Pengertian & Contoh Majas Retoris
      Majas ini berupa pertanyaan yang tidak menuntut suatu jawaban. contoh Majas Retoris: Bukankah kita ini bangsa yang beragam adat, suku, dan budaya, mengapa hendak diseragamkan? 

Ø  Pengertian & Contoh Majas Personifikasi
    Majas kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolaholah memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Personifikasi (penginsanan) merupakan suatu corak khusus dari metafora, yang mengiaskan benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti manusia.
      contoh Majas Personifikasi :
·         Angin yang meraung di tengah malam yang gelap itu menambah lagi ketakutan kami
·         Kata-katanya tajam seperti mata pisau.
·          
Ø  Pengertian & Contoh Majas Ironi atau sindiran
Majas ini ingin mengatakan sesuatu dengan makna atau maksud berlainan dari apa yang terkandung dalam rangkaian kata-katanya.
Contoh Majas Ironi atau sindiran:
o    Saya tahu Anda adalah seorang gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat!
o    Kamu datang sangat tepat waktu, sudah 5 mobil tujuan kita melintas
Ø  Pengertian & Contoh Majas Sinisme
     Sinisme adalah sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. contoh Majas Sinisme: Tidak diragukan lagi bahwa Andalah orangnya, sehingga semua kebijaksanaan terdahulu harus dibatalkan seluruhnya!

Ø  Pengertian & Contoh Majas Sarkasme
     Majas ini lebih kasar dari ironi dan sinisme. Majas sarkasmemengandung kepahitan dan celaan yang getir. Contoh Majas Sarkasme:
o    Mulut harimau kau!
o    Lihat sang Raksasa itu! (maksudnya si Cebol)

Ø  Pengertian & Contoh Majas Sinekdoke
     Semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto) atau mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem pro parte). contoh Majas Sinekdoke :
·           Setiap kepala dikenakan sumbangan sebesar Rp 1.000,00
·           Pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia berakhir dengan kemenangan Indonesia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar