Selasa, 19 Juni 2012

Contoh Proposal Kualitatif


BAB I
i
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan kampus khususnya kehidupan Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh, dalam keseharianya sangat banyak kebiasaan-kebiasaan khususnya kebiasaan membaca yang berlangsung otomatis baik oleh kalangan para mahasiswa maupun oleh kalangan para dosen bahkan oleh kalangan para pemimpin universitas.
Bukti ini dapat dilihat pada aktivitas dalam perpustakaan umum Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh, yang mana buka untuk melayani mahasiswanya baik yang hanya membaca, meminjam buku maupun yang mengembalikan buku yang telah di pinjam oleh mahasiswa mulai dari hari senin sampai hari sabtu adapun waktunya adalah mulai dari jam delapan pagi sampai pada jam lima sore. 
Jadi, kemungkinan banyak waktu yang di berikan kesempatan bagi mahasiswa untuk hanya sekedar mengunjungi untuk mencari referensi bahan belajar sampai pada aktivitas membaca dalam perpustakaan. Siswa dalam memanfaatkan perpustakaan ini banyak yang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan umum Madrasah Aliyah hal ini terlihat dalam keseharianya, perpustakaan selalu di penuhi oleh mahasiswa.
Selain itu untuk fasilitas buku bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh tersedia dalam perpustakaan pada setiap jurusan. Hal ini berarti bahwa, kesempatan yang diberikan kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh membaca adalah banyak sekali. Baik dari segi buku-buku yang tersedia maupun waktu yang tersedia dan bahkan waktu pelayanan dari pegawai perpustakaan. Hal ini juga berarti bahwa, kesempatan bagi mahasiswa jurusan psikologi untuk membaca juga banyak dan lengkap.
Akan tetapi, dalam penggambaran yang terlihat banyak mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan umum Madrasah Aliyah Sungai Penuh, hal ini wajar karena itu adalah perpustakaan untuk seluruh siswa  Jurusan Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh 
. Jika kita bandingkan dengan perpustakaan jurusan khususnya jurusan psikologi bagaimana? Apakah disana juga terlihat banyak mahasiswa yang setiap harinya mengunjungi perpustakaan jurusan yang mana di sana mereka melakukan aktivitas membaca ataupun meminjam buku.
Fakta yang ada kebiasaan membaca tidak dapat diukur melalui sering tidaknya mengunjungi perpustakaan atau ramai tidaknya perpustakaan. Akan tetapi, perpustakaan merupakan salah satu tempat dan fasilitas yang dapat membantu mahasiswa untuk melakukan aktivitas kebiasaan membacanya.
Jika kita melihat fakta yang ada, meskipun perpustakaan ramai oleh siswa yang datang baik yang hanya sekedar untuk meminjam buku untuk referensi yang berkaitan dengan mata pelajaran atau bahkan yang datang ke perpustakaan hanya sekedar untuk mencari referensi untuk mengerjakan tugas mereka. Di dalam perpustakaan tersebut, banyak aktivitas membaca yang di lakukan oleh siswa baik hanya membaca karena untuk mencari bahan-bahan untuk menyelesaikan tugas mereka sampai pada aktivitas siswa yang benar-benar membaca untuk menambah pengetahuan mereka.
Karena hal inilah yang kemungkinan dapat memberikan dampak yang positif bagi siswa Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh. Meskipun dampak yang terlihat nyata belum begitu besar dan jelas, akan tetapi hal ini dapat memberikan dampak yang positif. Hal ini dikarenakan, dari aktivitas kebiasaan membaca akan dapat mempelajari rahasia segala ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kebutuhan.
Sebagai siswa Jurusan Agama, membaca merupakan suatu kebutuhan yang wajib terpenuhi. Karena ruang lingkup psikologi adalah manusia dan lingkungan. Manusia dan lingkungan hanya dapat di masuki melalui membaca karena manusia dan lingkungan bukanlah sebuah bilangan yang dalam menghadapinya dengan menghitungnya ataupun mengalikanya. Akan tetapi manusia dan lingkungan hanya dapat dihadapi dengan pemahaman. Sebelum kita memahami, tentunya ada suatu konteks atau suatu informasi yang harus diejah dan dikenali terlebih dahulu.
Yang telah tersebut di atas semua itu hanyalah sebatas pengertian kita tentang kebiasaan membaca yang dapat terlihat. Sebenarnya, pengertian dan pengetahuan tentang kebiasaan itu sendiri dapat dijabarkan dan juga perlu untuk dilakukan penelitian secara lebih lanjut.
Pengertian kebiasaan membaca adalah suatu aktivitas yang rutin dilakukan dalam proses penalaran untuk mencapai pemahaman terhadap gagasan dan informasi yang di dapatkan melalui lambang-lambang yang ada baik tertulis maupun tidak.
Aktivitas membaca tidak hanya membutuhkan mulut untuk mengeja dan mata untuk melihat akan tetapi aktivitas membaca membutuhkan otak untuk memahami untuk melakukan aktivitas pemahaman. Yang mana otak dan aktivitas kognitifnya terletak jauh dan tersembunyi dari aktivitas mata dan indera lainya.
Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan membaca merupakan aktivitas kognitif seseorang yang tidak dapat dilihat hanya dengan indera saja. Karena aktivitas kognitif tidak akan bisa tampak jika kita tidak mendalaminya.
Dalam melakukan rutinitas membaca ada banyak cara yang diperlukan untuk dapat mendapatkan informasi yang memang benar-benar dapat membantu kita dalam pemahaman. Di kutip dari bukunya Ad Rooijakkers, yang berjudul cara belajar di perguruan tinggi beberapa petunjuk praktis pada halaman 17-18, ada lima cara yang diperlukan untuk membaca yaitu:
·         Membaca terarah, yang mana dalam membaca terarah ini kita akan mendapatkan informasinya dengan cepat dan dalam waktu yang singkat.
·         Membaca sepintas, yang mana dalam membaca sepintas ini kita harus mengetahui pikiran pokok tiap-tiap bab.
·         Membaca mencari, yang mana dalam membaca mencari ini kita harus dengan cepat mencari kuncinya yaitu tentang keterangan yang akan di cari
·         Membaca belajar, yang mana dalam membaca belajar ini kita harus mengetahui dan mengingat hal-hal yang penting dan detail.
·         Membaca kritis, yang mana kita harus mengingat dan mengerti bahkan kita harus menilainya.
Dari kelima cara membaca di atas secara terlihat mata kita tidak akan mengetahui apakah cara yang sebenarnya individu pakai.
Karena kebiasaan membaca merupakan bukan suatu aktivitas yang dapat dengan mudah terlihat dan dapat di ukur oleh indera saja, serta untuk menghindari adanya kerancuan dan diskriminasi penilaian tentang mana kebiasaan yang baik dan mana kebiasaan yang tidak baik, maka disinilah kita perlu untuk melakukan suatu penelitian dan penggalian informasi lebih mendalam tentang kebiasaan membaca pada siswa Jurusan Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh  Karena hal ini dapat membantu dalam perkembangan dan kemajuan serta dapat menjadikan masukan untuk menjadi lebih baik kusunya bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh

B. Rumusan Masalah
Setelah melihat latar belakang yang ada dan agar dalam penelitian ini tidak terjadi kerancuan maka penulis dapat membatasi dan merumuskan permasalahan yang akan di angkat dalam penelitian ini. Adapun Rumusan masalah yang diambil adalah sebagai berikut:
·      Bagaimana kebiasaan membaca pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh?
·      Faktor-faktor apa yang menjadi kebiasaan membaca pada siswa Jurusan Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh?
·      Bagaimana dampak kebiasaan membaca pada siswa Jurusan Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh?

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
·      Untuk mengetahui kebiasaan membaca pada siswa Jurusan Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh
·      Untuk mengetahui factor-faktor yang menjadi kebiasaan membaca siswa Jurusan Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh
·      Untuk mengetahui dampak kabiasaan membaca pada siswa Jurusan Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Sungai Penuh
Dari tujuan di adakannya penelitian tadi, maka adapun manfaat penelitaian yaitu penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat yang urgen bagi :
Ø  Peneliti
o   Untuk mengetahui manfaat kebiasaan membaca bagi peneliti
o   Diharapkan dari penelitian ini, peneliti dapat termotivasi untuk membiasakan membaca
Ø  Keilmuan
Diharapkan mampu memberikan sumbangan pikiran khususnya tentang pengembangan konsep kebiasaan membaca dan dapat memberikan kontribusi keilmuan bagi disiplin keilmuan keagamaan khususnya dan seluruh disiplin keilmuan secara umum.

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1   Pengertian Membaca

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang di tulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah dua cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Adapun secara bahasa membaca diartikan sebagi Iqra’ yang diterjemahkan denagn perintah “membaca”(dalam bahasa arab) semata-mata bukan hanya ditujukan kepada pribadi junjungan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk umat manusia sampai akhir zaman. Menurut Dr.Quraish Shihab dalam bukunya “Tafsir Al Amanah”, kata Iqra’ diambil dari kata kerja qaraa yang mempunyai arti beraneka ragam antara lain menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui cirri-cirinya.
Sekarang kalau kita pertanyakan, apa yang harus dibaca? Dalam surat Al-alaq tersebut tidak terdapat obyek spesifik yang harus dibaca. Dalam kaidah ilmu tafsir dikatakan suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutgkan objeknya, maka objek yang dimaksud bersifat umum.
Akan tetapi tema yang kita angkat adalah membaca buku. Dalam hal tersebut membahas masalah strategi atau cara membaca buku dengan cepat, efektif, akurat, dan selainnya.
Membaca adalah aktifitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah. Meliputi: orang harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati dan mengingat-ingat. Kita tidak dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggunakan pikiran kita.
Pada waktu anak belajar membaca ia belajar mengenal kata demi kata, mengejanya dan membedakannya dengan kata-kata lain. Anak harus membaca dengan bersuara, mengucapkan setiap kata secara penuh agar diketahui apakah benar atau salah ia membaca. Oleh karena itu, pada waktu membaca anak melakukan kebiasaan berikut :
1. menggerakkan bibir untuk melafalkan kata yang di baca.
2. menggerakkan kepala dari kiri ke kanan.
3. menggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.
Secara tidak disadari, cara membaca yang dilakukan waktu kecil itu tetap diteruskan hingga dewasa. Mestinya, orang dewasa dapat dengan cepat mengenali frase, kalimat, dan urutan ide sehingga cara-cara di waktu anak-anak tidak perlu lagi di gunakan.
Anak-anak yang sedari kecil terbiasa membaca bukan sekadar membunyikan huruf dan kata akan memiliki keterampilan, kemampuan, dan ketajaman mencerna isi bacaan. Apa yang menggerakkan mereka untuk membaca akan sangat menentukan bagaimana mereka menyerap, menyaring, mengolah dan memaknai informasi yang mereka lahap dari berbagai bacaan. Semakin sering mereka membaca buku-buku yang bergizi, teratur dan baik penuturannya, kemampuan berpikir mereka akan lebih matang dan tertata.
Itu sebabnya, yang perlu kita kembangkan pada anak-anak semenjak awal. Kita tumbuhkan semangat iqra’ bismirobbikal-ladzi khalaq. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan! Inilah perintah yang pertama kali diturunkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepada kita.
Orang yang tidak mendapat bimbingan, latihan khusus membaca cepat, sering mudah lelah dalam membaca karena lamban, tidak ada gairah, merasa bosan, tidak tahan membaca buku, dan terlalu lama untuk bisa menyelesaikan buku yang tipis sekalipun
Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga di baca. Tampilan komputer dapat pula dibaca.
Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri.
2.2   Pengertian Kebiasaan membaca
Salah satu unsur penting dalam Manajemen Diri adalah membangun kebiasaan untuk terus menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa  haus akan informasi dan pengetahuan.
Hal ini seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang mengatakan bahwa “Anyone who stops learning is old, whether at twenty  or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to Keep your mind young.”
Tidak peduli berapapun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti  kita sudah tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda. Karena hal yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar tetap muda.
Salah satu cara paling efektif untuk belajar adalah dengan membaca. Namun sayangnya sebagian besar kita tidak pernah punya waktu untuk membaca. Alasan utama yang sering kita sampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Kita terjebak dalam rutinitas dan tekanan pekerjaan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengasah gergaji kita, seperti yang diceritakan oleh Stephen Covey dalam bukunya”The 7 Habits of Highly Effective People” sebagai berikut:
Andaikan saja Anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang pohon di hutan.
“Apa yang sedang Anda kerjakan?” Anda bertanya.
“Tidak dapatkah Anda melihat?” demikian jawabnya dengan tidak sabar.
“Saya sedang menggergaji pohon ini.”
“Anda kelihatan letih!” Anda berseru. “Berapa lama Anda sudah mengerjakannya?”
“Lebih dari lima jam,” jawabnya, “ dan saya sudah lelah! Ini benar-benar kerja keras.”
“Nah, mengapa Anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar